Rabu, 26 Mei 2010

Story of BATIK .....

Dan Cerita sejarah Batik pun berlanjut .....

SEJARAH BATIK INDONESIA PART 2

Di Jawa Barat pun batik terus berkembang pesat dan batik-batik baru, yakni batik banten, batik cimahi, serta batik bandung pun bermunculan,menemani dua batik ”besar” batik garut dan tasikmalaya. Seperti halnya batik pesisir, batik asal Jawa Barat memiliki ciri khas warna cerah,namun motifnya banyak diambil dari kehidupan sehari-hari, misalnya motif balumbang, payung geulis, semanggi, maupun ceker ayam yang lekat dengan kehidupan para pembatik.

”Motif batik tasik itu sederhana, tidak terlalu rumit, polanya diambil dari lingkungan sekitar saja. Seperti ceker ayam atau daun semanggi,” terangnya. Berjalan ke timur, terdapat juga batik semarang.Kendati tidak terkenal layaknya sepupu-sepupunya yang lain, batik semarang ini tetap memiliki keunikan yang menjadikannya khas.Sebenarnya, sejarah batik semarang telah dimulai sejak ratusan tahun lalu, sedari awal Ki Pandan Arang, pendiri Semarang, berkuasa pada 1476.

Pada awal abad ke-20, batik semarang mengalami masa jaya.Akulturasi budaya luar yang diterima dengan tangan terbuka oleh masyarakat Semarang pada waktu itu memberi pengaruh signifikan terhadap motif dan warna batik yang menjadikan batik semarang berbeda.Apalagi motif-motif batik semarang ditampilkan secara realis dan naturalis, tanpa perlambangan. Salah satu pengrajin batik semarang yang masih terus bertahan adalah Umi S Adi Susilo yang terus memproduksi batik semarang di bawah brandBatik Semarang 16.

Batik tidak hanya berkembang di tanah Jawa, bahkan Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan yang lebih terkenal dengan tenun pun memiliki batik.Batik jambi tampil atraktif dengan motif fauna dan latar belakang warna-warna terang serupa batik pesisir. Lain lagi dengan batik riau yang bermotif Melayu dan batik kerinci yang bermotif huruf Arab gundul. Di Kalimantan, batik dengan corak ukiran khas Borneo maupun tie-dye ala sasirangan pun ada.

”Di peta perbatikan, memang ada beberapa daerah yang tidak punya batik sebelumnya. Tapi,batik itu teknik,tidak melulu corak. Jadi, batik baru pun bisa dibuat,” menurut Ketua Dewan Pengurus Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) Sjamsidar Isa.
Apalagi di tengah-tengah tren batik yang kini sedang booming. Wajar bila batik dari berbagai daerah sontak bermunculan.”Sebetulnya, sah-sah saja bila mereka mau membuat batik dengan mengambil motif-motif setempat.

Tapi tidak etis bila mereka menyebut batik aceh, batik riau, tapi dibuat di Pekalongan. Itu kan tidak mengangkat budaya lokal,”tegasnya. Kekayaan ragam batik Indonesia tentunya menjadi nilai plus tersendiri bagi Tanah Air.

Desainer senior Poppy Dharsono menyebutkan, Indonesia tidak perlu takut dengan ”pencurian” batik nusantara oleh negara-negara lain, karena mereka tidak memiliki keistimewaan yang dimiliki pengrajin lokal.

”Di Indonesia batik itu hasil perkawinan budaya yang dikerjakan dengan sangat halus, terdapat filosofi tertentu di dalamnya,”sebut Poppy dalam sebuah wawancara. Dan itulah yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah,pengrajin batik, juga masyarakat Indonesiauntukterus- menerusmempromosikan batik Nusantara sehingga bisa bersaing dan meraih perhatian pasar internasional.

Sumber : www.seputar-indonesia.com

Tidak ada komentar: