Selasa, 25 Mei 2010

Story Of BATIK.....

Mengapa Batik ?

Sebuah Hobby sedang saya kembangkan lagi, dengan dibukanya Kaylaonlineshop, yang awal keberadaannya karena hoby shopping dan browsing..maka supaya hobby tersebut bisa lebih bermanfaat (bukan cuma ngabisin duit) maka bolehlah coba2 menjalankan usaha online :)

dan Tema yang saya ambil adalah BATIK.

karena itulah beberapa bahasan saya pun tentang Batik...
kali ini seperti melihat kembali sejarah batik di negeri ini...

CERITA SEJARAH BATIK INDONESIA PART I

Batik bukanlah sekadar kain,namun juga memiliki makna yang lebih dalam sebagai bagian sejarah dan kepribadian bangsa Indonesia.Yakni,batik eksotik yang menggambarkan kekayaan Nusantara.

Secara historis, batik berasal dari abad ke-17. Namun, pada waktu itu batik tidak diaplikasikan pada kain,melainkan ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu pola batik masih sangat sederhana,hanya mengambil dari lingkungan sekitar sang pembatik.Karenanya,wajar bila motif batik banyak didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman.Tapi seiring berjalannya waktu, batik perlahan-lahan berubah, menjadi lebihkaya dengan motif yang beragam.

Relief candi, awan, wayang, huruf, serta simbol kuno ikut menghiasi batik. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini. Jenis dan corak batik tradisional sangatlah banyak. Corak dan variasinya pun disesuaikan dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam.

Khasanah budaya bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan kekhususannya sendiri. Maka tidak heran bila Indonesia memiliki banyak jenis batik. Dari Sabang sampai Merauke, batik Indonesia hadir dengan beragam motif berbeda.Bila diurut dari awal mulanya,sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan turunannya.

Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa Kerajaan Mataram, kemudian pada masa Kerajaan Solo dan Yogyakarta. Karenanya, tidak heran bila Solo dan Yogyakarta menjadi acuan sebagai kota batik.Apalagi motif- motif yang tertera di dalamnya memiliki makna simbolis. Terdapat pakem-pakem dan kekayaan budaya yang tidak dapat diselami dalam waktu singkat. Bahkan, batik pesisir seperti Cirebon,Lasem,Indramayu,dan Pekalongan, hadir lebih kaya karena memiliki kombinasi beberapa budaya sekaligus.

Tidak hanya Jawa, tapi juga pengaruh oriental China dan Jepang yang dibawa masuk ke Indonesia oleh para pedagang,yang melahirkan jenis batik hokian. Akulturasi budaya itu kemudian melahirkan batik yang sama sekali berbeda dengan batik solo maupun batik yogyakarta. Tidak lagi berdasar berpalet kecokelatan, melainkan hadir berwarna-warni dengan motif yang lebih berani. Isenisen batik bukan berupa simbol,tapi merujuk pada alam sekitar, salah satunya motif mega mendung.

BERSAMBUNG...............

Tidak ada komentar: